Ada ulama yang mengatakan hidup itu hakikatnya menunggu. apa yang ditunggu?bisa apa saja baik itu orang atau waktu. ataupun Tuhan. kita sedang menunggu jadwal pulang kepada Allah berupa ajal.apabila telah datang ajal maka tidak dapat dimajukan atau dimundurkan.
"وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ
سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ"
Terjemahan:
"Dan setiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya
mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)
memajukannya. Surat Al-A'raf ayat 34.
Itu salah satu menunggu waktu berakhir kita.
ataupun waktu sekarang kita menunggu tulisan ini atau ceramah ini selesai.
setelah itu menunggu waktu solat datang. magrib isya subuh zuhur kemudian
magrib lagi ya itula perputaran hidup seorang muslim. bagi yang tidak beriman
juga menuggu waktu pulang kerja. kita ditunggu keluarga ketika pulang kerja.
Agar menuggu itu bernilai ketika datang pagi
jangan menunggu sore artinya jangan menunggu itu dengan diam tapi isi dengan ibadah dan berikhtiar. Perkataan Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhma.
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا
أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ
Jika engkau
berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di
pagi hari, janganlah menunggu sore hari
وَخُذْ
مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Gunakan
waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu Maksudnya, kerjakan
amal-amal shalih dalam kehidupan ini sebelum engkau terhalangi oleh sakit dan
kerjakan amal-amal shalih dalam kehidupan ini sebelum engkau dipisahkan oleh
kematian.
Rasul manusia yang
kita tunggu dan kita yang ditunggu Rosul'
إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى
الْحَوْضِ، مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا،
وَلَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ
بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي
مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Aku
menunggu kalian di telagaku. Barang siapa yang melewatiku, dia akan minum di
telaga itu, dan barang siapa yang berhasil minum darinya, niscaya dia tidak
akan merasa haus selamanya. Sungguh, beberapa kaum akan berusaha melewatiku.
Aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku. Kemudian dipisahkan antara aku
dengan mereka.” Aku katakan, ‘Sesungguhnya mereka dari golonganku!’, maka
dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka
ada-adakan sepeninggalmu!’ Aku katakan, ‘Sangat jauh (telagaku) bagi orang yang
mengubah (agamaku) sepeninggalku’.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar