Kamis, 03 September 2026

DOA PERLINDUNGAN DALAM RIYADHUSHALIHIN


 زياد بن عِلاَقَةَ عن عمه، وَهُوَ قُطْبَةُ بنُ مالِكٍ - رضي الله عنه - قَالَ: كَانَ النبيّ - صلى الله عليه وسلم - يقول: «اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأخْلاَقِ، وَالأعْمَالِ، والأهْواءِ». رواه الترمذي، وقال: «حديث حسن».

Redaksi lain:

اللَّهُمَّ جَنَّبَنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَدْوَاء

“Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak-akhlak yang mungkar, perbuatan-perbuatan yang mungkar, dari hawa nafsu dan penyakit-penyakit.”

[HR Tirmidzi dan disahihkan Al-Hakim.]

Syaikh Abdullah Al-Basaam rahimahullah :

Ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak-akhlak yang mungkar, maknanya adalah akhlak-akhlak yang tercela yang buruk, seperti hasad, dendam, curang, keras hati, bakhil, penakut, banyak mengeluh dan selain itu dari akhlak-akhlak yang tercela, baik di sisi syariat ataukah akal. Apabila seorang muslim sudah terbebas dari akhlak-akhlak yang buruk ini, dan setelah itu dia berhias dengan akhlak yang mulia secara syariat dan akal, seperti berlaku lembut, pemaaf, dermawan, penyabar, penyayang dan berlaku santun, tabah menghadapi gangguan, menjalankan hak-hak saudaranya, berbuat baik dan berlaku ihsan dan semisalnya maka sungguh dia telah sempurna akhlaknya. Maka akhlak yang jelek itu muncul dari hati yang sakit, sebagaimana akhlak yang mulia itu muncul dari hati yang sehat.

Adapun perbuatan-perbuatan yang mungkar yaitu seperti dosa-dosa besar dan terus-menerus dalam melakukan dosa kecil. Maka seorang muslim sebaiknya meninggalkan hal itu, sembari dia memohon pertolongan kepada Allah, dan dia berusaha berhias dengan amalan-amalan yang mulia, seperti menjalankan kewajiban, semangat dalam menjalankan hal-hal yang sunnah dan membekali diri dengan amalan-amalan yang sholeh. Apabila ia melakukan itu semuanya, maka sungguh telah menyempit imannya.

Yang dimaksud “Kejelekan hawa nafsu” adalah syahwat yang membinasakan, seperti bergelimang maksiat-maksiat dan dosa-dosa yang disukai hawa nafsu. Akan tetapi hawa nafsu dan kesukaannya itu akan membinasakannya. Maka seorang muslim harus melawan nafsunya yang sangat mengajak kepada kejelekan, agar menjadi taat dan tentram, mudah dikendalikan, sehingga kesukaannya adalah taat kepada Allah, iman yang sempurna, islam yang menyeluruh dan ihsan yang mendekatkan kepada Allah.

Adapun penyakit-penyakit itu meliputi penyakit-penyakit yang menyerang badan, seperti penyakit kronis semisal kusta, kanker, TBC dan juga penyakit-penyakit yang menyerang hati seperti syahwat maksiat, syubhat (kerancuan dalam agama) seperti bid’ah.

Kita memohon kepada Allah keselamatan.

Taudhih Al-Ahkaam 7/437

https://www.syiartauhidaceh.com/doa-berlindung-dari-akhlak-buruk-maksiat-dan-berbagai-penyakit/

Kamis, 23 Juli 2026

Khutbah Jumat: Ikhlas Beramal, Menjadikan Allah SWT Satu-satunya Tujuan

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. 

Agar kita bahagia maka kita jaga ketakwaan kepada Allah dari 3 hal. jaga aqidah kita, ibadah kita dan akhlak kita. ibadah kita jaga keikhlasanya. Kata ikhlas dalam Alquran berasal dari kata kho – la – sha. Kata tersebut dengan berbagai macam bentukannya berjumlah 30 buah yang tersebar dalam 17 surat. Dengan demikian, perlu kita ketahui, ikhlas mempunyai definisi sebagai berikut:

اَلْإِخْلاَصُ هُوَ تَجْرِيْدُ قَصْدِ التَّقَرُّبِ اِلَى اللّٰهِ تَعَالَى عَنْ جَمِيْعِ الشَّوَائِبِ

"Ikhlas adalah memurnikan tujuan taqarrub kepada Allah Ta’âlâ dari segala hal yang mencampurinya."

Salah satu ayat Alquran yang merujuk kepada amal yang terselamatkan dari tipu daya Syaithan adalah surat al Hijr [15]: 39 – 40:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”

Ahli hikmah mengatakan:

 هَلَكَ النَّاسُ كُلُّهُمْ اِلاَّ الْعَالِمُوْنَ وَهَلَكَ الْعَالِمُوْنَ كُلُّهُمْ اِلاَّ الْعَامِلُوْنَ وَهَلَكَ الْعَامِلُوْنَ كُلُّهُمْ اِلَّا الْمُخْلِصُوْنَ وَالْمُخْلِصُوْنَ فِىْ خَطَرٍ عَظِيْمٍ.

“Semua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Semua orang berilmu akan binasa kecuali orang yang mengamalkan ilmunya. Orang yang mengamalkan ilmunya akan binasa kecuali orang yang ikhlas. Mereka yang ikhlas masih dalam kekhawatiran yang besar.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Bukhari yang pertama kali disebut, riwayat dari Sayyidina Umar bin Khattab RA:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang tergantung atas apa yang dia niatkan.” Oleh karena itu, ikhlas menduduki posisi kunci dalam semua kegiatan kita. Mari kita selalu berusaha dan berdoa kepada Allah, semoga kita dipermudah oleh Allah dalam beribadah dengan balutan ikhlas lillâhi ta’âlâ.

Semoga Allah SWT membimbing kita semua selalu ingat kapada-Nya, besyukur atas nikmtnya dan memperbaiki ibadah kepada-Nya. Semoga Allah SWT menganugerahkan keikhlasan. Aamiin.

 

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ االسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

Selasa, 09 Juni 2026

Mars Al Amin

 

Kami Siswa SD Unggulan Al Amin

Menuntut ilmu belajar agama

Lihat lihat kami slalu berprestasi

Pandai belajar dan pandai mengaji

                SD Unggulan Al Amin

                Berbasis pendidikan Agama

    Iman dan Takwa landasan kami

    Berilmu berakhlakul karimah

Kami Siswa SD Unggulan Al Amin

Menuntut ilmu belajar agama

Ingat-ingat kami slalu berprestasi

Pandai belajar dan pandai mengaji

                SD Unggulan Al Amin

                Berbasis pendidikan Agama

    Iman dan Takwa landasan kami

    Berilmu berakhlakul karimah

Hormati Guru dan Orang tua ucapkan syukur Alhamdulillah..

Senin, 02 Februari 2026

Liburan Sekolah Arga


Hari pertama libur saya masih diam dirumah,Hari kedua sodara saya datang kerumah,Hari ketiga saya dan keluarga saya pergi ke Dusun Bambu



,disana saya banyak bermain wahana seperti,water coaster,go kart,rainbow slide,setelah pulang saya menukarkan tiket dengan tanaman pohon  cuaca di sana hujan dan dingin,pulang dari sana saya makan dulu di ciganea  Cimahi,makanan disana enak enak. Keesokannya saya Bersama sodara saya pergi ke Ciwidey untuk menginap di villa sonten resort

perjalanan ke Ciwidey membutuhkan waktu hampir empat jam karena macet,setelah sampai di sana saya langsung solat ashar,setelah solat saya langsung berendam di air hangat karna disana ada private pool,malam nya saya pergi Bersama sodara saya untuk mencari makan malam sampai di tempat makan saya lanngsung memesan kentang goreng dan matcha,sambil menunggu makanan jadi saya sambil nonton persib kebetulan di sana sedang nobar,setelah makan saya langsung pulang ke villa sampai di vila saya laangsung solay isya berjamaah,setelah solat saya langsung tidur,bangun tidur saya langsung solat shubuh ,habis solat subuh saya langsung jalan jalan di kebun teh ,sehabis jalan jalan saya langsung Kembali ke villa, di villa saya berendam lagi sambil menunggu sarapan setalah sarapan datang saya langsung mandi dan memakai baju lalu sarapan habis sarapan saya langsung siap siap untuk pulang,di jalan saya full tidur hingga sampai rumah

Kegiatan Liburanku

  Hafidzah Nurhanifa

Pagi hari aku bangun tidur dan membereskan tempat tidur. Setelah itu aku langsung mandi karna badanku terasa panas. Setelah mandi dan memakai pakaian, ku lanjut menjaga adikku sambil membantu Ibuku membawa makanan ke atas meja. Ketika Ibuku sudah selesai memasak, Ibuku menyuruhku untuk menyapu ruang tamu dan halaman dan kalau untuk kamar nanti saja kata Ibuku. Aku langsung mengambil sapu lalu menyapu lantai ruang tamu, setelah ruang tamu selesai, ku lanjut menyapu bagian halaman. Setelah halaman selesai di sapu, aku kembali masuk dan menyimpan sapu. 

Aku memutuskan untuk menjaga adikku karna Ibuku ingin menyapu bagian kamar. Aku bermain dengan adikku sambil menunggu Ibuku selesai menyapu. Setelah Ibuku selesai menyapu, aku memutuskan untuk makan karna sudah lapar. Selesai makan, ku lanjut bermain dengan adikku lagi. 

Siang hari jam 12.46, aku memutuskan untuk tidur. Aku sholat Dzuhur dulu, selesai sholat aku langsung tidur karna sudah sangat mengantuk. Zzz... 
Aku bangun tidur jam 14.56 di sambut oleh turunnya hujan, aku memutuskan untuk langsung mandi. Tapi sebelum aku mandi. Setelah itu, aku kembali ke kamar dan melihat adikku seperti tidak enak badan, ketika aku mencoba menyentuh dahi nya, dahi nya terasa panas. Aku bertanya pada Ibuku soal keadaan nya ternyata adikku sakit demam, aku membantu Ibuku mengompres adikku. 

Waktu Asar telah tiba, aku memutuskan untuk sholat Asar dahulu sebelum menjaga adikku lagi. Aku wudhu dan sholat Asar, setelah itu aku lanjut menjaga adikku. Ibuku menyuruh ku untuk menjaga adikku karna Ibuku akan mandi dan pergi ke acara undangan. Aku menjaga adikku yang sedang tertidur sambil menunggu Ibuku selesai mandi, aku mengirim pesan kepada Ayahku jika pulang nanti belikan koolfaver 2 dan juga paracetamol anak di apotek. Ibuku selesai mandi dan Ayahku juga sudah pulang, Ayahku memberikan obat untuk adikku kepada Ibuku, lalu mengompres lagi adikku. 

Aku dan Ayahku menjaga adikku ketika Ibuku sedang di acara undangan. Selagi menunggu Ibuku pulang aku memutuskan untuk mengobrol dengan Ayahku. Selesai mengobrol aku merasa bosan jadi aku memutuskan untuk menggambar saja dari pada terus terusan bosan. Ibuku pulang bersama Nenekku, Nenekku membawa oleh oleh entah dari siapa, isinya kerupuk dan sebuah tempat untuk menyimpan makanan. Disini aku berkumpul dengan keluarga, di tengah-tengah sedang asik mengobrol aku merasa lapar jadi aku memutuskan untuk makan. 

Maghrib telah tiba, dan aku baru selesai makan, aku memutuskan untuk langsung wudhu dan sholat Maghrib. Selesai sholat, aku memutuskan untuk lanjut menggambar karna masih ada beberapa yg belum di gambar. Setelah di gambar, ku lanjut mewarnai gambar tersebut. Saat sedang memilih warna, aku merasa bingung untuk memilih warna apa, jadi aku memutuskan untuk mengambil beberapa warna yang menurutku lumayan menyambung warnanya. Akhirnya gambaran ku selesai, aku memutuskan untuk membereskan alat warna, pensil, penggaris, penghapus, dan spidol, dan meja belajar yang telah aku pakai. Setelah itu aku habiskan waktu dengan kedua orang tuaku. 

Saat aku sedang mengobrol dengan kedua orang tuaku, terdengar azan Isya sudah berkumandang, aku memutuskan untuk wudhu dan sholat Isya. Setelah sholat aku memutuskan untuk mendengar kan musik, ketika jam 20.35, aku memutuskan untuk tidur karna sudah terlalu mengantuk. Aku simpan hp lalu tidur. Zzz..

Rabu, 10 Desember 2025

BENCANA DALAM AL QURAN

 Letak geografis Indonesia mengandung potensi terjadinya bencana alam, baik itu gempa, badai, tsunami, tanah longsor, dan sebagainya. Potensi itu tak lepas dari letak Indonesia yang berada di pertemuan antara tiga lempengan bumi, yaitu Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Indonesia juga berada di daerah ring of fire (sabuk api), yakni daerah yang di dalamnya terdapat banyak gunung berapi.

Dengan kondisi semacam itu, masyarakat Indonesia semestinya punya kesadaran mengenai kebencanaan. Masyarakat mesti membangun cara pandang yang rasional dan spiritual, misalnya dengan tidak melakukan tindakan yang membuat Allah murka dan tidak melakukan pengrusakan atau eksploitasi terhadap alam.

Konsep Bencana

Bencana (disaster/al-karitsah) adalah kondisi yang membuat manusia mengalami kesusahan, kerugian, kematian, dan sebagainya. Di dalam al-Quran, kata bencana digunakan dalam beberapa istilah, seperti musibah, bala’, fitnah, ‘azab, dan sebagainya. Berikut pengertiannya:

Pertama, musibah. Di dalam al-Quran, kata musibah bersifat netral; tidak punya konotasi positif atau negatif. Apa saja yang menimpa manusia adalah musibah. Sementara dalam penggunaan bahasa Indonesia, kata ini lebih banyak dipakai untuk sesuatu yang negatif (menyakitkan atau menyengsarakan).

Dalam Q.S. al-Hadid [57]: 22-23 Allah swt. berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ لِّكَيْلَا تَأْسَوْا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا۟ بِمَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya, “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah [22] (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri [24]”.

Kedua, bala’. Di dalam al-Quran, kata bala’ lebih bermakna cobaan untuk memperteguh keimanan. Perantara peristiwanya beragam, bisa berbentuk sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang menyedihkan.

وَقَطَّعْنَٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَٰهُم بِٱلْحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya, “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)” (Q.S. al-A’raf [7]: 168).

Ketiga, fitnah. Ada perbedaan mendasar antara kata fitnah yang dipakai di dalam al-Quran dan pengertiannya di dalam bahasa Indonesia. Di dalam bahasa Indonesia, fitnah diartikan sebagai perkataan bohong yang dimaksudkan untuk menjelekkan nama baik orang lain. Sementara di dalam al-Quran, fitnah bermakna ujian atau cobaan.

Kata ini bukan mengacu pada peristiwa alam, tetapi lebih ke peristiwa sosial, baik fisik maupun non-fisik. Konotasinya memang negatif; tentang kesedihan, kesengsaraan. Pun demikian halnya dengan dampak yang ditimbulkan; ketakutan, kesesatan, hingga kematian. Meski begitu, kata fitnah juga digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang baik, seperti anak dan istri.

Allah swt. berfirman,

إِنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Q.S. at-Taghabun [64]: 15).

Keempat, ‘azab. Di dalam al-Quran, kata ‘azab sering digunakan ketika menjelaskan berbagai peristiwa yang menimpa manusia. Peristiwa itu terjadi karena manusia melanggar ketetapan Allah swt. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Q.S. ad-Dukhan [44]: 15-16:

إِنَّا كَاشِفُوا۟ ٱلْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَآئِدُونَ يَوْمَ نَبْطِشُ ٱلْبَطْشَةَ ٱلْكُبْرَىٰٓ إِنَّا مُنتَقِمُونَ

Artinya, “Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar) [15] (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan [16]”.

Dijelaskan pula bahwa ketika manusia mengalami kesedihan dan rasa sakit, Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلَا نَصَبٍ وَلَا سَقَمٍ وَلَا حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلَّا كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

Artinya, “dari Abu Said dan Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa keduanya mendengar Rasulullah saw. bersabda: tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit, kelelahan, penyakit, kesedihan, hingga kegundahan yang dirasakannya kecuali Allah akan menghapus kesalahannya” (HR. Muslim).

Oleh karena itulah, manusia mesti menyikapi bencana dengan sikap yang arif dan bijaksana. Selain media untuk mendekatkan diri kepada Allah, bencana juga mommomen untuk melakukan introspeksi atas segala perbuatan yang sudah dilakukan

https://suaraaisyiyah.id/konsep-bencana-dalam-al-quran/

Kamis, 20 November 2025

MENUNGGU DAN YANG DITUNGGU

 Ada ulama yang mengatakan hidup itu hakikatnya menunggu. apa yang ditunggu?bisa apa saja baik itu orang atau waktu. ataupun Tuhan. kita sedang menunggu jadwal pulang kepada Allah berupa ajal.apabila telah datang ajal maka tidak dapat dimajukan atau dimundurkan.

"وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ"

Terjemahan: "Dan setiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Surat Al-A'raf ayat 34.

Itu salah satu menunggu waktu berakhir kita. ataupun waktu sekarang kita menunggu tulisan ini atau ceramah ini selesai. setelah itu menunggu waktu solat datang. magrib isya subuh zuhur kemudian magrib lagi ya itula perputaran hidup seorang muslim. bagi yang tidak beriman juga menuggu waktu pulang kerja. kita ditunggu keluarga ketika pulang kerja.

Agar menuggu itu bernilai ketika datang pagi jangan menunggu sore artinya jangan menunggu itu dengan diam tapi isi dengan ibadah dan berikhtiar. Perkataan Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhma.

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ

Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari

وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Gunakan waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu Maksudnya, kerjakan amal-amal shalih dalam kehidupan ini sebelum engkau terhalangi oleh sakit dan kerjakan amal-amal shalih dalam kehidupan ini sebelum engkau dipisahkan oleh kematian.

Rasul manusia yang kita tunggu dan kita yang ditunggu Rosul'

إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا، وَلَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي

“Aku menunggu kalian di telagaku. Barang siapa yang melewatiku, dia akan minum di telaga itu, dan barang siapa yang berhasil minum darinya, niscaya dia tidak akan merasa haus selamanya. Sungguh, beberapa kaum akan berusaha melewatiku. Aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku. Kemudian dipisahkan antara aku dengan mereka.” Aku katakan, ‘Sesungguhnya mereka dari golonganku!’, maka dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu!’ Aku katakan, ‘Sangat jauh (telagaku) bagi orang yang mengubah (agamaku) sepeninggalku’.” (HR. Bukhori dan Muslim)