اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma ,
ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan
mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan
menjagamu.
Agar kita bahagia maka kita jaga ketakwaan kepada Allah dari 3 hal. jaga aqidah kita, ibadah kita dan akhlak kita. ibadah kita jaga keikhlasanya. Kata ikhlas dalam Alquran berasal dari kata kho – la –
sha. Kata tersebut dengan berbagai macam bentukannya berjumlah 30 buah yang
tersebar dalam 17 surat. Dengan demikian, perlu kita ketahui, ikhlas mempunyai
definisi sebagai berikut:
اَلْإِخْلاَصُ
هُوَ تَجْرِيْدُ قَصْدِ التَّقَرُّبِ اِلَى اللّٰهِ تَعَالَى عَنْ جَمِيْعِ
الشَّوَائِبِ
"Ikhlas adalah memurnikan tujuan taqarrub kepada
Allah Ta’âlâ dari segala hal yang mencampurinya."
Salah satu ayat Alquran yang merujuk kepada amal yang terselamatkan
dari tipu daya Syaithan adalah surat al Hijr [15]: 39 – 40:
قَالَ
رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ
وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah
menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka
di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu
yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”
Ahli hikmah mengatakan:
هَلَكَ النَّاسُ
كُلُّهُمْ اِلاَّ الْعَالِمُوْنَ وَهَلَكَ الْعَالِمُوْنَ كُلُّهُمْ اِلاَّ
الْعَامِلُوْنَ وَهَلَكَ الْعَامِلُوْنَ كُلُّهُمْ اِلَّا الْمُخْلِصُوْنَ
وَالْمُخْلِصُوْنَ فِىْ خَطَرٍ عَظِيْمٍ.
“Semua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Semua
orang berilmu akan binasa kecuali orang yang mengamalkan ilmunya. Orang yang
mengamalkan ilmunya akan binasa kecuali orang yang ikhlas. Mereka yang ikhlas
masih dalam kekhawatiran yang besar.”
Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Bukhari yang
pertama kali disebut, riwayat dari Sayyidina Umar bin Khattab RA:
إِنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niatnya.
Dan setiap orang tergantung atas apa yang dia niatkan.” Oleh karena itu, ikhlas
menduduki posisi kunci dalam semua kegiatan kita. Mari kita selalu berusaha dan
berdoa kepada Allah, semoga kita dipermudah oleh Allah dalam beribadah dengan
balutan ikhlas lillâhi ta’âlâ.
Semoga Allah SWT membimbing kita semua selalu ingat
kapada-Nya, besyukur atas nikmtnya dan memperbaiki ibadah kepada-Nya. Semoga
Allah SWT menganugerahkan keikhlasan. Aamiin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ االسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar